JEPARA ; MULUS JALANNYA BANJIR DAN LONGSOR “HADIAHNYA”

Dibalik pembangunan jalan mulus di Jepara Jateng, tiap turun hujan di sejumlah ruas jalan jadi aliran sungai, perlu perhatian segera. (Foto : istimewa)

PORTAL-3.COM : Dalam kunjungan reportase di kawasan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah setidaknya terdapat pemandangan yang cukup ironis. Belum lama, hampir semua jalur jalan se Kabupaten Jepara, dikerjakan dalam satu tahun terakhir ini, sehingga jalanan jadi mulus, sesuai jargon Bupati terpilih “menciptakan Jepara mulus”.  Namun dibalik keberhasilan tersebut, pada akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026, Kabupaten Jepara juga “diberi hadiah” berupa genangan banjir di sejumlah ruas jalan dan perkampungan, juga tanah longsor di beberapa daerah serta angin kencang yang merobohkan pemukiman penduduk. “Disamping prestasi yang membanggakan, kami juga prihatin dengan berbagai bencana di Jepara” ujar pemuka masyarakat Jepara.

Di lingkungan Proyek Strategis Nasional, PLTU Tanjung Jati B yang berlokasi di kecamatan Kembang Jepara, juga dikepung banjir dan akses jalan tergenang banjir, sempat terkendala produksinya walau tidak lama. (Foto : istimewa)

Ditambahkan, atas bencana baik banjir maupun tanah longsor, disamping karena faktor cuaca, juga ada andil manusia yang kurang perhitungan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dicontohkan, ketika hujan terjadi banjir di sejumlah ruas jalan, yang disebabkan diantaranya lobang saluran air tertutup material, saluran air dan gorong gorong yang tidak mampu menampung debet air hujan, bahkan ada sejumlah ruas jalan jadi aluran air dari perkampungan ketika hujan turun. “Hal tersebut menunjukkan kurangnya perhatian dan juga kekurang cermatan dalam perencanaan pembangunan jalan, jembatan dan saluran” ujar Karminto, salah seorang pengemudi travel.

Kondisi banjir dan tanah longsor di pegunungan desa Tempur Jepara, berdampak jembatan terputus dan arah alur sungai berpindah. Perlu perhatian dan evaluasi menyeluruh supaya kejadian serupa tidak terulang lagi. (Foto : istimewa)

Hal lain yang juga luput dari perhatian yakni kurangnya perhatian untuk melakukan penanaman pohon keras dengan akar tunggang di sejumlah perbukitan, guna meminimalisir air hujan langsung mengalir ke dataran yang lebih rendah yang berdampak terjadinya banjir dan longsor.

Melihat hal tersebut, Aditya pemerhati lingkungan, Ketua DPC KAWALI Jepara, Jawa Tengah berharap adanya kesungguhan dan kecermatan jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara untuk  menaruh perhatian dalam melakukan perencanaan pembangunan dengan pendekatan yang komprehensip sejak dari hulu hingga hilir, juga perlu segara dilakukan mitigasi bencana dan evaluasi menyeluruh supaya kejadian sejenis tidak terulang di kemudian hari. “Jadi, kami sarankan dalam melakukan pembangunan tidak sebatas membangun fisik di titik lokasi yang dibangun semata, tapi juga perlu adanya studi dan perhatian terhadap daya dukung dan analisa jangka panjang terhadap obyek pembangunan, termasuk analisa terhadap debet air dan arah arus air hujan, serta perlunya program penghijauan berkelanjutan” ujarnya.>>>(ik/sis/HS)