MENANGGAPI AKSI RUSUH DI MAPOLDA DIY, WARGA JEPARA SIAP ANTISIPASI AKSI UNJUK RASA ANARKIS

    Suasana depan Mapolda DIY, setelah aksi unjuk rasa anarkis yang mestinya tidak perlu. (Foto : istimewa)

PORTAL-3.COM ,Menanggapi peristiwa unjuk rasa di Mapolda DIY , sejumlah tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Jepara. Jawa Tengah berkomitmen untuk menjaga kondusifitas daerah dan nenolak aksi unjuk rasa yang tidak kondusif dan cenderung anarkis. “Warga Jepara, sudah dewasa dan tidak mau diprovokasi melakukan tindakan yang justru merugikan diri sendiri dan daerah sendiri”, ujar Budi Haryanto, salah seorang pemuka masyarakat Jepara.

Sebagaimana rekaman video yang beredar di media sosial, massa aksi yang berkumpul di depan Mapolda DIY sambil meneriakkan kecaman terhadap institusi kepolisian tersebut, berlanjut menjadi aksi anarkis. Setidaknya pagar Mapolda DIY tampak dirusak massa hingga roboh, sementara sejumlah tembok pagar dicoret dengan tulisan bernada protes.

Aksi unjuk rasa di Mapolda DIY, diduga dilakukan massa kiriman dari luar daerah, sebagai tindakan profokatif yang mestinya tidak perlu terjadi. (Foto : ik)

Situasi di sekitar lokasi kejadian, sempat membuat warga setempat meningkatkan kewaspadaan, dengan cara sejumlah akses jalan menuju permukiman warga ditutup secara swadaya oleh warga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan masyarakat setempat secara kompak membubarkan aksi anarkis yang ditengarai dilakukan oleh massa kiriman dari luar daerah tersebut.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun,  massa aksi tidak hanya merusak pagar Mapolda DIY, tetapi juga merobek spanduk berisi komitmen warga DIY dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. “Aksi perusakan dan pencoretan itu diduga dilakukan oleh kelompok massa bukan warga masyarakat setempat, tapi massa kiriman dari luar daerah” ujar tokoh masyarakat setempat.

Menanggapi kecaman terhadap kepolisian atas peristiwa meninggalnya seorang pelajar yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Brimob tersebut. mestinya tidak perlu dilakukan. “Pihak Kepolisian, sudah melangkah dan menangani petistiwa tersebut dengan profesional dan mengedepankan tekad presisi polisi, sehingga masyarakat mestinya cukup mempercayakan kepada institusi kepolisian dan tidak perlu unjuk rasa secara anarkis”, tegas tokoh masyarakat Jepara. Jawa Tengah.

Ditambahkan, warga Jepara berkomitmen untuk menjaga kondusifitas daerah dan menolak setiap aksi unjuk rasa yang tidak kondusif bahkan berdampak anarkis. “Warga Jepara sudah belajar dari tiap kejadian unjuk rasa, yang dirugikan justru masyarakat itu sendiri, sehingga kami akan antisipasi aksi anarkis dan menolaknya” tandas Budi Hariyanto, salah seorang tokoh masyarakat Jepara>>>(Sis/Ik/HS)