KELUARGA PAGUYUBAN TRAH MATARAM NUSANTORO, PEDULI BENCANA JEPARA

Gotong royong, warga masyarakat memanggul beras bantuan keluarga Paguyuban Trah Mataram Nusantoro, untuk diserahkan secara langsung ke warga terdampak banjir dan tanah longsor di desa Tempur Jepara. (Foto : ist)
PORTAL-3.COM ; Bencana banjir dan tanah longsong yang menimpa warga desa Tempur kecamatan Keling Jepara, Jawa Tengah mengundang kepedulian berbagai pihak, tidak terkecuali juga mengundang keprihatinan keluarga Paguyuban Trah Mataram Nusantoro. “Untuk sementara, kami baru bisa bantu beras untuk kebutuhan mendesak dulur dulur di desa Tempur” ujar salah seorang keluarga Paguyuban Trah Mataram Nusantoro yang diwakili Gus Itok.
Ditambahkan oleh Gus Itok, bantuan yang berasal dari swadaya murni keluarga Paguyuban Trah Mataram Nusantoro ini, direncanakan untuk waktu mendatang juga akan memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok yang lain, seperti minyak goreng dan ikan asin.
Seperti diketahui, desa Tempur Jepara Jawa Tengah, lokasinya berada di cekungan lereng pegunungan Muria sisi sebelah barat, dengan pemandangan alam nan asri, dimana di atas desa Tempur terdapat Candi Angin dan Candi Bubar, yang dipercaya sebagai pusat kerajaan Kalingga pada abad ke 6 masehi, sebagai kerajaan tertua di tanah Jawa.

Setelah bantuan dari keluarga Paguyuban Trah Mataram Nusantoro diserahkan, tak lama kemudian hadir juga Gubernur Jawa Tengah meninjau lokasi bencara di desa Tempur Jepara, dimana setidaknya terdapat 18 titik longsor bencana. Pada kesempatan itu, Gubernur yang diikuti pejabat lain, memberi apresiasi positif atas kepedulian sosial dari keluarga Paguyuban Trah Mataram Nusantoro yang telah lebih dulu memberikan bantuan sosial.
Diperoleh keterangan, bantuan peduli bencana yang diserahkan Gus Itok, mewakili keluarga Paguyuban Trah Mataram Nusantoro, berupa beras sebanyak 1 ton itu, harus dilansir dengan cara dipanggul secara bergotong royong oleh warga setempat dan para relawan, menempuh jarak hampir 2 kilometer dan diserahkan secara langsung kepada warga masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, karena akses jalan betul betul terputus dan desa Tempur Jepara, terisolir. >>>(HS)






