ASTA BRATA, SENI MEMIMPIN ALA NUSANTARA

 

Perilaku dan sifat dalam pewayangan, memɓeri petunjuk dan juga pitutur luhur, bagaimana bersikap dan bertindak. Sayangnya, generasi sekarang jarang yang mau mempelajari wayang dan budaya sendiri. (Foto : istimewa)

 

PORTAL-3.COM ; Dalam masyarakat jawa kuno dan juga sering dijadikan tuntunan dari seorang Raja kepada para satria seperti diceritakan di pewayangan, Asta Brata atau Hastabrata, adalah delapan filosofi kepemimpinan yang mesti dipedomani dan dilaksanakan oleh pemimpin suatu kelompok atau komunitas atau masyarakat. Asta Brata (delapam tekad) mengajarkan delapan sifat kepemimpinan yang ideal, yang terinspirasi dari delapan unsur alam semesta yaitu bumi, matahari, api, samudra, langit, angin, bulan, dan bintang.

Makna delapan unsur Asta Brata adalah :

1. Bumi, Pemimpin harus kokoh, memberi manfaat, dan menyediakan kebutuhan dasar bagi rakyatnya, tidak hanya kebutuhan dasar berupa sandang, pangan dan papan saja, tapi juga kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan berekapresi dan berpendapat.

2. Matahari, Pemimpin harus memberikan motivasi, semangat, dan tujuan yang jelas kepada rakyatnya, sehingga rakyat tidak kehilangan arah dalam mencapai tujuan bersama.

3.Api, Pemimpin harus berani, tegas, dan memiliki keyakinan kuat serta menjadi pelopor perubahan ke arah kemajuan bagi pengikut dan rakyatnyam

4. Samudra, Pemimpin harus bijaksana, terbuka terhadap berbagai pendapat, dan mampu menerima masukan serta bersedia menampung segala dinamika permasalahan, untuk dicarikan jalan keluar dengan bijaksana.

5. Langit, Pemimpin harus memiliki ilmu pengetahuan luas dan mampu mengajarkannya kepada orang lain, dengan memberikan pemahaman dan pengertian yang bijaksana dan bermanfaat.

6. Angin, Kehadiran pemimpin dirasakan dan memberikan dampak positif bagi lingkungannya, baik lingkungan kerja maupun linglungan secara luas yakni masyarakatnya.

7. Bulan, Pemimpin harus mampu menciptakan suasana damai dan menenangkan bagi rakyatnya, baik dalam suasana suka maupun duka.

8. Bintang, Pemimpin harus menjadi penunjuk jalan dan memberikan arahan yang jelas bagi rakyatnya, di kala ada kesulitan.

Sehingga, Asta Brata bukan hanya sekadar konsep, tetapi juga pedoman perilaku yang diharapkan diterapkan oleh seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya dalam melayani dan mengayomi rakyatnya. >>>> (disarikan dari berbagai sumber, oleh HER ITOK SUSANTO)