RAPAT PENYUSUNAN AMANDEMEN OTSUS PAPUA, BERJALAN LANCAR
Rapat penyusunan Amandemen terhadap peraturan otonomi khusus Papua, berjalan dengan lancar (foto : agus/sambo)PORTAL-3.Com : Agustinus Anggaibak, S. M. Selaku Koordinator Asosiasi MRP Se-Tanah Papua, mengingatkan untuk memperjuangkan masa depan orang asli Papua, diperlulan pokok-pokok pikiran yang akan ditindaklanjuti dengan kajian para akademisi yang selanjutnya ditetapkan menjadi naskah akademik yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat. “Poin rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat kerja ini untuk selanjutnya akan disampaikan kepada pemerintah pusat” tegasnya .
Ditambahkan, sebagai koordinator asosiasi Tanah Papua mengharap para gubernur nantinya dapat bersama-sama untuk audiensi dengan Presiden Republik Indonesia untuk menyampaikan hal-hal kepentingan daerah yang dirumuskan oleh MRP maupun asosiasi Gubernur se tanah Papua. “Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian dan respon positif dan keputusan yang berpihak pada keadilan dan martabat orang asli di Papua” tegas Agustinus Anggaibak.
Hadir dalam kegiatan tersebut,Brigjen TNI Alfi Sahri Lubis, Kabinda Prov.Papua Tengah; Kombes Pol Muhajir, S.I.K., M.H., Wakapolda Papua Tengah ; Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa,Kasiter Korem 173/PVB ; Burhannudin Pawennari, Wakil Bupati Nabire; Silwanus Sumule, Sp.OG, M.H.Kes., Sekda Provinsi Papua Tengah ; Irjen Pol ( Purn) dan Drs Petrus Waine, SH, M.Hum , Kepala BP3OKP Papua Tengah dan Junson Fernado Abbas, Ketua Asosiasi MRP dan Agustinus Anggaibak, S. M., Koordinator Asosiasi MRP Se-Tanah Papua serta Para Pimpinan MRP Se-Wilayah Papua serta Para Tokoh Adat, Tokoh Agama dan tokoh masyarat di Se-Wilayah Papua Tengah.
Sementara itu, Deinas Geley, S.Sos, M.Si. Wakil Gubernur Papua Tengah, Selaku Ketua Asosiasi Gubernur Se-Tanah Papua, menaruh harapan besar pada MRP bukan hanya sebagai simbol adat, tetapi juga sebagai penjaga nilai, penghubung antar generasi, dan juru bicara budaya Papua. “Dalam forum ini, saya melihat adanya harapan untuk semakin kuat dan kami sepakat bahwa MRP ke depan perlu jadi garda terdepan menciptakan lingkungan sosial yang damai dan saling percaya” tegasnya.
Ke depan, pesannya, Papua tidak dibangun dengan pendekatan kekuatan, tapi dengan pendekatan hati, budaya, adat, dan kekerabatan dalam koridir NKRI dan MRP punya peran penting di sana..>>> (agus/johar)






