JABAL TSUR, GUA TEMPAT PERSEMBUNYIAN NABI MUHAMMAÐ DARI KEJARAN KAUM KAFIR

Pemandangan Jabal Tsur, saat rombongan KBIHU NU KUDUS, yang tergabung dalam Kloter 48-Solo,  lakukan ziarah Kamis (19/6/2025) pagi. (Foto : Hermin)

 

PORTAL-3.COM :  Saat perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW, sempat bersembunyi dari kejaran kaum kafir Qurays di sebuah gua yang bernama Tsur Tsur. Gua Tsur yang juga dikenal sebagai Jabal Tsur ini terletak sekitar 7 km dari Mekkah ke arah Thaif. Letak persisnya berada di salah satu puncak gunung Jabal Tsur yang sangat terjal dan dipenuhi bebatuan.

Mengutip dari buku 1001 Fakta Dahsyat Mukjizat Kota Mekkah karya Asima Nur Salsabila, Gua Tsur memiliki tinggi 1,25 m, panjang 3,5 m dan lebar sebesar 3,5 m. Bentuk Gua Tsur seperti wajan yang ditelungkupkan. Dimana di Gua Tsur, terdapat dua pintu masuk yang ada di bagian timur dan barat. Pintu barat menjadi tempat yang digunakan Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar saat bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy.

Cerita mengenai Gua Tsur dikisahkan dalam surah At Taubah ayat 40, yang  artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekkah) mengeluarkannya (dari Mekkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,”

Jabal Tzur, tempat ziarah para jemaah haji, yang menjadi bagian dari kegiatan City Tour of Mecca. (Foto : Hermin)

Selain itu, dalam buku The Khalifah, Biografi 4 Khalifah yang disusun oleh Abdul Latip Talib, juga diterangkan ketika Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar RA sampai di Gua Tsur, Abu Bakar lebih dulu masuk ke dalam gua. Saat itu, Abu Bakar membersihkan gua tersebut dari kotoran-kotoran binatang dan menutup sejumlah lubang untuk mencegah ular berbisa masuk. Banyaknya lubang di gua tersebut membuat Abu Bakar menutupnya dengan baju yang ia pakai.

Dengan sigap, Abu Bakar merobek bajunya hingga tersisa dua lubang di sebelah kiri. Setelah dirasa semua tertutup, ia lalu memanggil Nabi Muhammad SAW untuk masuk dan beristirahat di dalam gua.

Karena kelelahan, Rasulullah lantas terlelap. Abu Bakar yang tidak tega melihat beliau tidur tanpa alas, diraihnya pelan-pelan kepala Nabi Muhammad dan ditaruh di atas pangkuannya.

Lalu, kedua telapak kaki Abu Bakar digunakan untuk menutup lubang gua agar tidak dimasuki oleh ular berbisa.

Sayangnya, ada satu ular berbisa yang berhasil masuk ke dalam lubang dan menggigit kaki Abu Bakar. Diriwayatkan, Abu Bakar tidak tega menarik kaki yang menjadi alas tidur Nabi Muhammad SAW, alhasil ular tersebut menggigitnya beberapa kali.

Saking sakitnya, Abu Bakar RA sampai meneteskan air mata dan mengenai Nabi Muhammad SAW hingga membangunkannya. Melihat sahabatnya menangis, Rasulullah segera bertanya apa penyebabnya.

“Wahai Rasulullah, kakiku telah dipatuk ular berbisa,” ujar Abu Bakar sambil menahan sakit.

“Kenapa engkau tidak memberitahuku dari tadi?” tanya Rasulullah.

“Wahai Rasulullah, engkau sedang tidur. Aku tidak sampai hati untuk membangunkanmu,” jawab Abu Bakar.

Mendengar hal itu, Nabi Muhammad SAW segera berdoa, “Ya Allah, jadikanlah Abu Bakar sederajat denganku pada hari kiamat nanti,”

Kemudian, Rasulullah memeriksa kaki Abu Bakar dan mengusapnya beberapa kali sambil mengucapkan bismillah. Selain itu, beliau juga menggunakan air liur saat mengusap luka gigitan ular tersebut. Atas izin Allah, kaki Abu Bakar RA terasa lebih baik dan sakitnya berkurang.

Demikian juga yang ditulis dalam buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, oleh Moenawar Khalil, ketika Nabi Muhammad SAW bersembunyi di dalam Gua Tsur bersama Abu Bakar, keduanya diberi bantuan oleh anak Abu Bakar, Abdullah dan Asma serta Amir bin Fuhairah pembantu Abu Bakar.

Setiap petang, Abdullah pergi ke Gua Tsur dengan membawa berbagai berita dari Mekkah, terutama mengenai Nabi Muhammad dan segala perbuatan kaum kafir Quraisy.

Pada malam harinya, ia bermalam di dekat gua tersebut dan kembali ke Mekkah sebelum terbit fajar. Sementara Asma bertugas menyiapkan makan untuk Nabi Muhammad dan ayahnya.

Adapun, Amir bin Fuhairah bertugas menggembala kambing sampai ke Gua tsur dan memeras air susunya untuk diminum oleh Rasulullah dan Abu Bakar.

Ketika malam tiba, ia kembali menggiring kambing-kambing tersebut ke Mekkah untuk menghilangkan jejak Abdullah dan Asma.

Begitulah kisah mengenai Nabi Muhammad dan Abu Bakar yang bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran kaum kafir Quraisy. Hingga kini, gua tersebut menjadi tempat yang dikunjungi oleh jemaah haji dan umrah untuk berziarah, yang saat ini KBIHU NU Kudus yang tergabung dalam Kloter 48 Solo, melakukan Ziarah ke Jabal Tzur.>>> (dari berbagai sumber dan seperti dikutip detik.com, disarikan oleh HERMIN SUSILOWATI /HS)