31 Oktober 2026

Sepintas, tentang Pangeran Halonggopati pembuka hutan belantara Wilayah Mlonggo Jepara

Ki Halonggopati, tokoh legendaris yang namanya dijadikan penanda nama daerah Mlonggo-Jepara. (Foto : ils)

PORTAL-3, Mengenal sepintas tokoh legendaris Pangeran Halonggopati atau yang sering disebut Ki Halonggopati atau  Eyang Halonggopati atau masyarakat sekarang menyebutnya mBah Buyut Kawak karena dimakamkan di desa Kawak Jepara, Jawa Tengah, adalah seorang tokoh bangsawan dari Kerajaan Mataram dan pejuang legendaris dari garis sejarah Kerajaan Mataram Islam yang terkait erat dengan sejarah babat tanah daerah Jepara Utara, khususnya wilayah Kecamatan Mlonggo dan sekitarnya.

Berikut adalah beberapa catatan penting mengenai siapa sosok Ki Halonggopati atau Pangeran Halonggopati berdasarkan sejarah lokal dan cerita tutur masyarakat (babad), sekitar tahun 1590-an, beberapa waktu setelah berdirinya Kerajaan Mataram Islam, beliau adalah Pejuang dari Kerajaan Mataram yang memilih cara bergerilya di Jepara untuk membasmi kejahatan, membuka hutan belantara menjadi perkampungan dan membangun pemerintahan di daerah pesisir Jepara dan lereng pegunungan Muria Barat.

Dalam kisah babat tanah atau asal-usul Desa Suwawal dan Desa Guyangan di Kabupaten Jepara Jawa Tengah, dikisahkan bahwa wilayah Mataram sempat mengalami pergolakan politik saat itu. Pasukan pejuang Mataram yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Warok Singoblendang, Senopati Ronggo Kusumo, Pangeran Puspoyudo, dan Pangeran Halonggopati memilih melakukan gerilya ke arah utara menuju wilayah Jepara, disamping untuk menumpas kejahatan yang meresahkan rakyat, juga bertujuan untuk membuka perkampungan baru sebagai tempat tinggal yang layak bagi para pasukan dan para pengikutnya sekaligus membangun pemerintahan untuk melindungi dan melayani segenap rakyat.

Tokoh legendaris tersebut, membuka wilayah hutan belantara di daerah Mlonggo, Jepara Jawa Tengah. Ketika pasukan gerilya tersebut sampai di area hutan belantara (yang kini menjadi daerah sekitar Pasar Suwawal), mereka membagi pasukan untuk membuka lahan baru.

Sebagian pasukan bergerak ke arah utara menuju daerah Mlonggo di bawah pimpinan Pangeran Halonggopati, sedangkan sebagian lagi bergerak ke arah timur menuju daerah Pakis Aji dipimpin oleh Warok Singoblendang.>>>(dari berbagai sumber/HS)