PSI Kudus, Lakukan Kaderisasi Capai 80 Persen, Siap Dikukuhkan

Bapak Jokowi bersama Ketua DPD PSI Kudus Antoni Alfin. (Foto : KBU)
PORTAL-3 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus memperkuat struktur organisasi sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPD PSI Kudus, Antoni Alvin, mengklaim proses kaderisasi partai di Kabupaten Kudus saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. “Kaderisasi tersebut mencakup penguatan struktur mulai dari tingkat DPD, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), hingga Dewan Pimpinan Ranting (DPRt)” Ujar Antoni Alvin.
Antoni mengatakan, penguatan struktur organisasi menjadi salah satu pekerjaan utama yang dilakukan PSI Kudus. “Keberadaan struktur hingga tingkat bawah akan menjadi modal penting bagi partai untuk membangun komunikasi dan memperluas basis dukungan masyarakat”, tandas Antoni Alvin
Ditambahkan, untuk kaderisasi saat ini sudah sekitar 80 persen. Mulai dari DPD, DPC sampai DPRt terus kami susun dan kami kuatkan. Meski telah mencapai 80 persen, Antoni mengakui masih terdapat sekitar 20 persen yang menjadi pekerjaan rumah. Kendala terutama terjadi dalam proses perekrutan kader di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Undaan dan Kecamatan Dawe.
Menurutnya, proses perekrutan di setiap wilayah memiliki tantangan masing-masing sehingga diperlukan pendekatan secara langsung dan berkelanjutan kepada masyarakat. “Masih ada sekitar 20 persen yang perlu kami selesaikan, terutama perekrutan di wilayah Undaan dan Dawe,” katanya.
Menariknya, dari proses kaderisasi yang telah berjalan, Antoni menyebut komposisi kader PSI Kudus justru cukup banyak didominasi kaum perempuan.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi potensi positif bagi partai. Tingginya keterlibatan perempuan disebut tidak lepas dari daya tarik PSI serta figur yang berada di jajaran partai.
Antoni menyebut sosok Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan tokoh yang menjadi pembina partai, Joko Widodo, turut menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat tertarik mengenal dan bergabung dengan PSI.
“Justru kader yang berhasil kami himpun lebih banyak didominasi perempuan. Salah satu daya tariknya tentu karena figur Ketua Umum PSI Kaesang dan juga Pak Jokowi,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, DPD PSI Kudus juga akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Agenda tersebut akan dimanfaatkan untuk menyusun program kerja partai sekaligus melakukan pengukuhan terhadap pengurus DPC-DPC PSI di Kabupaten Kudus.
Antoni mengatakan Rakerda menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh jajaran pengurus dalam menjalankan program partai sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.
“Dalam waktu dekat kami akan menggelar Rakerda untuk menyusun program kerja partai sekaligus pengukuhan pengurus DPC-DPC,” ungkapnya.
Penguatan struktur tersebut dilakukan sejalan dengan persiapan PSI menghadapi Pemilu 2029. PSI secara nasional juga tengah melakukan konsolidasi struktur hingga tingkat desa atau ranting serta mempersiapkan berbagai kebutuhan organisasi menghadapi tahapan pemilu mendatang.
Di tingkat Kudus, Antoni menegaskan pihaknya mulai memasang target politik yang lebih tinggi. PSI tidak hanya ingin memiliki struktur organisasi yang lengkap, tetapi juga mampu mengkonversi kekuatan kader menjadi mesin penggerak perolehan suara dan kursi di DPRD.
Untuk Pemilu 2029, PSI Kudus menargetkan mampu memperoleh minimal satu fraksi di DPRD Kabupaten Kudus atau sedikitnya empat kursi.
“Target kami pada pemilu depan minimal mendapatkan satu fraksi atau empat kursi di DPRD Kudus,” tegas Antoni.
Ia menyadari target tersebut membutuhkan kerja politik yang tidak singkat. Karena itu, konsolidasi struktur, perekrutan kader, penguatan DPC dan DPRt, serta keterlibatan aktif kader akan terus dilakukan.
Dengan kaderisasi yang diklaim telah mencapai 80 persen, Antoni optimistis PSI Kudus dapat menyelesaikan kekurangan struktur partai, sekaligus mempersiapkan mesin partai secara lebih matang menuju Pemilu 2029.
“Kami ingin struktur yang sudah dibentuk ini benar-benar aktif. Bukan hanya lengkap secara administrasi, tetapi juga mampu bergerak dan hadir di tengah masyarakat”, pungkasnya. (KBU/HS)