31 Oktober 2026

Mengenali Ilmu Kasepuhan Jawa, tentang Watak Manusia

Makam Ki Ageng Selo, di Grobogan, Jawa Tengah. (Foto : ist)

PORTAL-3 ;  Kiranya generasi sekarang perlu mengenal dan mendalami ajaran kasepuhan Jawa, termasuk di dalamnya mengenali sifat dan watak manusia. Dalam pengetahuan kejawen, setiap bayi lahir itu tidak dengan tangan kosong, tapi dia sudah membawa “Pusaka Gaib” atau “Sajimat Lahir”, sesuai wetonnya.

Bukan keris beneran yang dibawa, tapi *watak, bakat, dan kekuatan batin* yang seperti pusaka. Hal tersebut seperti diuraikan, oleh sesepuh di Grobogan-Jawa Tengah, menyebutnya “Pusaka Sak weton, wadhah sak pasaran”.

Weton itu gabungan , Dina (hari) ada 7 hari dan Pasaran ada 5 pasaran,  sehingga gabungan dino dan pasaran ada 35 weton. Dalam pemahaman Jawa, dina (hari) merupakan wadah raga, unsur luar dan Pasaran, merupakan isi sukma, unsur batin / pusakanya. Sehingga  pasaran-lah yang menentukan jenis pusakanya.

Sebagai pakem umum di Keraton Mataram (Yogya-Solo), pasaran mempunyai watak, ada lima pusaka dalam diri seseorang, berdasar pasaran lahirnya,  yang diuraikan sebagai berikut :

1. LEGI (Manis) – Pusakanya: KUNCI / GUDANG, Wataknya Loman, pemaaf, pengayom, rezekinya ngalir terus.

– Pusaka lahir: Pagar Rezeki. Orangnya jadi tempat nyimpen rahasia orang lain, jadi pengaman. Kalau jadi pedagang jadi, kalau jadi petani panennya bagus.

– Kelemahan: Gampang dibohongi.

– Tirakatnya: Harus banyak sedekah, biar gembok gudangnya tidak karatan.

2. PAHING (Pahit) – Pusakanya: API / BEDHOR / TOMBak, Wataknya Keras, pemberani, tidak mau mengalah, omongannya tajam.

– Pusaka lahir: Pusaka Kekuasaan & Keberanian. Jadi pemimpin, panglima. Seperti Laskar Diponegoro yang berani melawan Belanda. Watak api.

– Kelemahan: Mudah emosi, gampang kesamber petir (seperti kisah Ki Ageng Selo menangkap petir – petir itu simbol Pahing).

– Tirakatnya: Harus banyak puasa dan Sholawat, untuk mendinginkan apinya. Makanya orang Pahing disarankan melekan.

3. PON (Ngumpul) – Pusakanya: CINCIN / AKIK / MUSTIKA, Wataknya Pinter ngomong, pinter dagang, banyak kawan, suka pamer.

– Pusaka lahir: Pusaka Pengasihan & Komunikasi, Jadi juru bicara, marketing, kyai yang jamaahnya banyak. Daya tariknya kuat.

– Kelemahan: Cinta harta, boros.

– Tirakatnya: Harus banyak tirakat sepi, jangan banyak ngumpul untuk ngasah cincinnya.

4. WAGE (Cemeng) – Pusakanya: KACA / CERMIN, Wataknya Pendiam, pemikir, tidak suka basa-basi, tapi kalau ngomong tepat sasaran.

– Pusaka lahir: Pusaka Ilmu & Kewaskitaan, Bisa membaca pikiran orang, peka, jadi penasehat. Seperti sesepuh kasepuhan.

– Kelemahan: Suka menyendiri, gampang curiga.

– Tirakatnya: Harus banyak belajar dan berguru, biar kacanya tidak buram.

5. KLIWON (Kasih Sayang) – Pusakanya: KERIS / CURIGA LUK, Watakbya Sakti, mistis, wibawanya besar, disegani, tapi kesepian.

– Pusaka lahir: Pusaka Spiritual Paling Tinggi. Ini wetonnya para wali, dalang, dukun, raja. Aura mistisnya kuat sejak lahir. Seperti Mbah Abdul Rosyd dan Ki Ageng Selo, banyak yang weton Kliwon.

– Kelemahan: Jalannya berat, banyak ujian batin.

– Tirakatnya: Melekan, puasa mutih, dan Sholawat terus-menerus. Kalau tidak dirawat, kerisnya bisa makan tuannya sendiri (jadi sombong, jadi ngawur).

Setiap weton punya pusakanya sendiri. Tapi ingat pesan pinisepuh Jawa, Pusaka iku ora kanggo pamér, tapi kanggo memayu hayuning bawana, Pusaka bukan untuk dipamerkan kesaktiannya, tapi untuk mempercantik dunia dengan kebaikan, Pusaka sejati bukan di luar, tapi di dalam.

Kalau seseorang rajin Sholat, Sholawat, dan melekan (tirakat) seperti yang kita bahas tadi, pusaka weton teesebut akan tajam sendiri tanpa dijapa-japa. Semoga bermanfaat>>>>(oleh Ki Rudy-Paguyuban Eyang Ki Ageng Selo, disarikan dari berbagai sumber)